BLANTERVIO103

Dampak Buruk Selama Work From Home Bagi Pekerja

Dampak Buruk Selama Work From Home Bagi Pekerja
Saturday, August 29, 2020
Dampak Buruk WFH

Arenapublik.com - Sebagai pekerja yang memiliki standar kejenuhan masing-masing pasti akan merasakan dampak negatif selama berlangsung nya WFH atau work from home. Kondisi selama pandemi corona beberapa bulan lalu hingga sekarang di mana mengharuskan beberapa pekerja harus melangsungkan pekerjaan dari rumah, mulai dari pegawai negeri sipil, pekerja BUMN, swasta, dan lain sebagainya. Mungkin untuk saat ini negara kita sudah bisa bernafas lega karena kasus corona sudah mulai mereda, tetapi bagi pekerja yang bisa melangsungkan pekerjaan di rumah, kebanyakan dari mereka melangsungkan WFH hingga akhir tahun 2020. 

Kendala utama dalam menerapkan WFH berasal dari adaptasi yang tidak lancar, kebanyakan dari para orang tua masih masuk ke dalam kategori GAPTEK atau gagap teknologi, mereka mungkin bisa berinteraksi menggunakan messenger seperti whatsapp dan lain sebagainya, tetapi mereka juga mungkin ada yang belum terbiasa dengan beberapa aplikasi lainnya untuk menunjang pekerjaan selama WFH. 

Dampak Negatif WFH Bagi Guru (Tenaga Pendidik)

Dalam kasus ini, dampak buruk selama WFH dilangsungkan yang paling sangat terasa adalah golongan guru atau tenaga pendidik. Kami bisa mengatakan demikian karena mereka harus melakukan double job secara tidak langsung. Dan cost oprasional yang dirasakan oleh tenaga pendidik ini juga sangat besar, mereka harus melangsungkan kelas online dalam jumlah waktu yang tidak sebentar. Belum lagi jika terjadi masalah koneksi yang mengharuskan melakukan penjelasan ulang terhadap para siswa/i, ataupun permasalahan sejenis lainnya.

Sisi lain, untuk guru sekelas SD hingga SMA banyak dari mereka yang belum terbiasa dalam merangkum materi pelajaran dalam bentuk file presentasi PPT dari microsoft power point. Oleh sebab itu diperlukan adanya percepatan yang harus dilakukan oleh guru tersebut untuk membuat materi pelajaran dengan menggunakan PPT dan disiarkan secara online dengan bantuan software tambahan seperti Skype, Google Class, Zoom, ataupun yang lain.

Selanjutnya adalah adanya pekerjaan tambah dengan melangsungkan pemberian materi secara offline atau tatap muka dan melakukan koreksi tugas secara online dan offline. Lalu hasil tersebut dishare melalui google drive. Kedengaran nya memang sangat mudah, tetapi bagi kita generasi Z tidak bisa disamakan dengan para guru-guru yang sudah sepuh, di mana mereka masih menggunakan metode old school yang masih sangat ampuh untuk memberikan materi pelajaran.

Dampak Buruk Bagi Pekerja

Sebagai pegawai swasta yang pekerjaan nya memang dilangsungkan di depan laptop atau PC, hal ini bisa menjadi boomerang bagi meraka yang bekerja dari rumah. Hal tersebut dapat kami katakan karena mereka tidak terasa kalau jam kerja mereka menjadi lebih banyak dan mereka tidak akan sadar akan jam lembur yang telah mereka lakukan. 

Mungkin bagi sebagian orang berpikir bahwa sangat enak melangsungkan pekerjaan dari rumah. Tetapi, setelah kami melakukan survey terhadap rekan-rekan kami yang melangsungkan pekerjaan dari rumah. Dari 10 responden, 8 diantaranya merasakan kejenuhan dan tidak nyaman untuk bekerja dari rumah. Kondisi tersebut didukung bagi mereka yang memiliki anak kecil, pasti ini akan diganggu oleh anak-anak mereka, contoh kecil saja mengajak main orang tua nya karena dianggap tidak sedang bekerja, begitu juga sebaliknya.
Tingkat kejenuhan yang semakin meningkat karena bekerja dari rumah juga tidak dapat dielakkan, mau tidak mau juga harus dijalankan.Oleh sebab itu, bagi para pekerja yang melangsungkan WFH selama masa pandemi menimbang pengeluaran harian mereka bisa lebih banyak karena kondisi di rumah, bisa melakukan apa saja dan secara tidak sadar sering memesan makanan online dengan aplikasi.

Selain itu, bagi kita yang melangsungkan pekerjaan dari rumah, sering sekali meremehkan pekerjaan dengan menunda-nunda pekerjaan dengan alasan dapat melakukan pekerjaan kapan saja tanpa perlu terjadwal seperti jam kerja, hingga akhirnya pekerjaan pada hari itu tidak beres dan dilanjutkan keesokan harinya, sehingga selama di rumah membuat kebanyakan pekerja yang melakukan kegiatan bermalas-malasan.

Dampak WFH Secara Menyeluruh

Kita tidak bisa menutup mata bahwa jumlah penggangguran selama WFH bertambah secara drastis, kondisi tersebut didukung juga dengan lesu nya pasar dan mati nya sektor-sektor bisnis seperti pariwisata, jasa transportasi, dan lain sebagainya. 

Mereka yang kehilangan pekerjaan tidak bisa memaksakan kehendak untuk bisa terus bekerja, karena perusahaan tempat ia bekerja saat ini sedang kondisi susah. Meskipun masih ada yang masih bekerja, kalian cukup bersyukur terlebih dahulu. Karena mereka yang tidak terkena imbas dirumah kan selama masa pandemi corona mengalami pemotongan gaji hingga 50% dari gaji normal, lalu sistem pembayaran upah dengan cara dicicil, dan lain sebagainya yang memberatkan pekerja tersebut.

Saat kita berbicara dampak WFH secara menyeluruh, poin yang sangat membuat kami miris adalah masih dibekukannya pengajaran tatap muka di sekolahan. Hanya sebagian kecil sekolah saja yang sudah menerapkan mengajar tatap muka.

Tidak bisa kita pungkiri, jika selama WFH ini siswa/i dituntut hanya untuk menjadi generasi cerdas dan pintar saja. Mungkin jawaban yang bisa diberikan dari tujuan tersebut adalah "Google lebih pintar dan cerdas, karena bisa mengetahui segalanya". Kondisi WFH menunjukkan bahwa mereka yang bodoh akan merasa bodoh seterusnya karena pada saat mengajar tatap muka seperti biasa saja banyak siswa/i yang masih tidak mengerti. Terlebih sekarang melangsungkan kegiatan mengajar dengan online. 

Penutup

Sebagai masyarakat yang cerdas, kita tidak bisa hanya berpangku tangan. Meskipun ada banyak sekali dampak negatif selama WFH bukan berarti kita tidak melangsungkan pekerjaan dengan baik. Harus diingat juga, boleh saja bekerja asalkan selama WFH kita selalu senantiasa menjaga kesehatan agar tetap bugar dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

Sekian artikel mengenai dampak buruk work from home yang harus kalian ketahui, tidak selamanya kondisi seperti ini akan menjadi enak, ada kalanya kondisi tersebut menjadi pahit. Silahkan dishare artikel ini jika dirasa bermanfaat, terimakasih.
Share This Article :
Arenapublik

TAMBAHKAN KOMENTAR

Click here for comments 5 comments:

  1. WFH gak masalah sih sebenarnya. Selama kerjaan kelar. Jangan karena WFH tapi malas2an.

    ReplyDelete
  2. sepertinya para guru memang yang terdampak sangat besar yaa.. wfh tu nggak menyenangkan lho, awal2 aja rasanya asik karena gak harus ke kantor,, tapi sebulan wfh aja udah bosen bgt, kerja ngga leluasa dibanding di kantor.. nah guru2 ini kemungkinan sampai akhir tahun tetep wfh, dan tugasnya lebih berat dibanding pegawai kantoran..

    ReplyDelete
  3. Suamiku guru, full WFH internet jebol karna ga diganti sama sekolah, listrik jebol karna nyolokin laptop trs, uang makan ga dpt padahal wlpn kerja dirumah kan tetap butuh makan hahaha, aku sebagai istrinya ngomel mulu karna semua ini, tp aku tetep lebih banyak bersyukur, aku dan suami masih dpt pengasilan full dari tempat kami bekerja, ga kebayang deh kalau sampai kehilangan kerjaan

    ReplyDelete
  4. Awalny aku ngalamin yg namanya ga bisa konsen, susah akses beberapa data Krn sistemnya hanya bisa dibuka dari PC kantor. Tapi sbnrnya lama2 jadi biasa. Suami yg msh Wfh aja LBH enjoy dan dia berharap ttp dibolehin kerja dr rumah Krn memang fasilitas dia memungkinkan utk mengerjakan semua tugas dr rumah. Jd LBH enak begitu, hemat transport juga. Kalo masalah anak2, udh aku tekanin kalo papi mereka bukan liburan, jd g bisa diganggu :D. Untungnya ngerti sih para krucils :D

    ReplyDelete
  5. Google dan situs2 milik blogger seperti kita2 ini yang bisa saja jadi rujukan siswa/i ketika mencari tugas.. Kalau Work From Home untuk mereka yang bekerja seperti karyawan swasta, yah kosong hasilnya kecuali ada usaha sampingan...

    ReplyDelete
9127155806442794821