Wednesday, March 11, 2020

Briket Dari Tinja Manusia Sebagai Sumber Bahan Bakar

Arenapublik.com - Saat mendengar tinja yang dijadikan briket mungkin menjadi hal yang tidak lazim bagi kita, karena pada umumnya tinja manusia sering dijadikan bio gas saja dan tidak dibentuk menjadi briket, dimana kita ketahui kalau briket diolah dari batok kelapa. Di negara Kenya, olahan tinja manusia berhasil dikembangkan oleh para ilmuwan untuk dijadikan sebagai sumber bahan bakar, yang ternyata lebih hemat pembakarannya dibandingkan dengan briket batok kelapa.

Briket Dari Tinja Manusia
Gambar 1 Cover Briket Dari Tinja Manusia

Sebuah inovasi yang harus kita acungi jempol, karena masyarakat Kenya dari negara bagian Afrika berhasil menciptakan bahan bakar tersebut, dalam ini kami dapat menyimpulkan bahwa setiap orang terlahir cerdas, tergantung kita menggunakannya bagaimana. Sering dianggap sebagai negara "terbelakang" atau miskin, justru Kenya berhasil membuat tinja manusia menjadi sebuah bahan bakar untuk memasak.

Fakta Briket Dari Tinja Manusia

Pencapaian ini berhasil dilakukan oleh para ilmuwan Kenya karena mereka berfikir hampir seluruh masyarakat Afrika bagian timur menggunakan bahan bakar biomassa sebagai sumber energi mereka atau memasak. Jika terus dilangsungkan, hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi keberadaan lingkungan yang kurang baik, karena akan terus menerus menggunakan kayu dari pohon yang ditebang.

Gambar 2 Proses Pengolahan Tinja Manusia Menjadi Briket 
(sumber: sindonews)

Ide untuk membuat bahan bakar dari tinja manusia ini juga diusung oleh salah satu founder dari COO Sanivation (sebuah lembaga pengelolah limbah manusia menjadi briket) yaitu Emily Woods. Ia berani mengatakan kalau produk briket dari tinja manusia ini tidak bau sama sekali dan sangat ramah lingkungan.

Hal menarik yang dapat menyita kita semua adalah, dari setiap 1 ton briket dari tinja manusia ini. Kenya dapat mengklaim bahwa mereka telah melakukan penyelamatan terhadap 88 pohon yang ada di negara tersebut, sangat luar biasa.

Energi Ramah Lingkungan

Pada dasarnya, banyak sekali sumber energi ramah lingkungan yang dapat diterapkan juga di negeri kita Indonesia, malah masyarakat kita sendiri sudah mulai sadar akan teknologi panel surya yang menangkap cahaya matahari menjadi energi listrik, memanfaatkan aliran air yang deras menjadi listri atau mikro hidro, dan lain sebagainya.

Kebanyakan dari masyakarat Indonesia yang ingin melakukan inovasi selalu terbentur aturan-aturan daerah yang menghambat, setelah kami telusuri ternyata di kota Medan juga ternyata sudah merencanakan untuk membuat hal yang sama seperti warga negara Kenya, tetapi tertahan di birokrasi dan tidak tahu sekarang kelanjutannya seperti apa.

Gambar 3 Inovasi Briket Dari Tinja Manusia 
(sumber: kumparan)

Alasan utama terhambatnya proses tersebut adalah karena rembesan tinja dapat mencemari tanah masyarakat sekitar, hal tersebut sangat berbanding terbalik yang dialami oleh masyarakat Kenya kalau mereka berhasil membuat briket dari tinja tersebut.

Penutup

Dalam sebuah tulisan kami berusaha untuk memberikan suatu kesimpulan, bahwa negara kita perlu memberikan ruang khusus dan ruang yang sebesar-besarnya bagi para ilmuwan atau peneliti. Mereka harus dihargai dan berikan tempat untuk berkreasi, karena permasalahan masyarakat semakin hari semakin banyak.

Kita juga menyadari dari masyarakat Kenya bahwa di mana ada kemauan disitu juga ada kemudahan. Dan barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan mendapatkannya. Masyarakat Kenya berhasil dalam meredam penebangan pohon di negaranya, hal tersebut berbanding terbalikkah untuk negara kita Indonesia? Kalian dapat menilai sendiri.

Jaga lingkungan bumi kita demi masa depan anak cucu kita dimasa mendatang.

Arenapublik.com adalah media informasi terkini yang memberikan berbagai macam pengetahuan untuk masyarakat Indonesia dan memberikan berbagai macam tutorial secara gratis.

34 comments:

  1. ini mahhh inovatif banget.... aku mentok-mentok buat briket pake arang.. nahhh ini pake tinja? whaaatt.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan terlalu dipikirin mas hehe

      Delete
    2. Hallo, mas fikri... Sukses selalu salam dari kalbar

      Delete
  2. keren penelitiannya..
    tapi mengolahnya itu loh PR banget. PR banget nahan bau. hehe..

    oya, mengenai penelitian di indonesia sebenernya ada banyak juga yg keren2.. tapi kebanyakan gak diaplikasikan krn terkendala biaya dan lain hal. jadi hanya tertumpuk saja menjadi jurnal ilmiah. hihi..

    (salah satunya hasil penelitian ku)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo sudah jadi briket katanya ngga berbau mbak.

      Delete
    2. hehe untuk mahasiswa juga ada mba yang PKM gitu, ya utk diterusin susah. malah kesannya waste money aja

      Delete
  3. Oh di Kenya. Kirain sudah ada di Indonesia. Negara kita banyak orang pinternya, tapi kesempatan penelitian kurang ya...

    ReplyDelete
  4. Betul sekali kang, negara kita perlu memberikan ruang khusus dan ruang yang sebesar-besarnya bagi para ilmuwan atau peneliti. Mereka harus dihargai dan berikan tempat untuk berkreasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi masih kurang apresiasinya mas hehe

      Delete
    2. Ya begitulah negeri ini, makanya kadang ada mahasiswa pintar yang lebih memilih tetap di luar negeri karena disana pemerintah nya lebih mendukung untuk penelitian.😂

      Delete
  5. This is my first time reading this.

    ReplyDelete
  6. Inovasinya keren banget nih, setahu saya dulu ada septiktank yang mengubah kotoran jadi air, tapi ini malah jadi briket ya :)

    ReplyDelete
  7. Eh aku mlh kmaren sempet discuss ma suami keknya klo bisnis di bidang ini blom byk yg garap, peluangnya menjanjikan, tp aku bukan yg brupa produk briket sih

    ReplyDelete
  8. idenya bagus banget ya. potensinya juga besar kan, karena heloooo 300juta penduduk Indonesia pasti banyak banget tinjanya :D

    ReplyDelete
  9. sayang bgt yang di Medan terhenti karena birokrasi.. semoga segera ditemukan solusi dan dapat dilanjutkan..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
  10. Para petinggi negri harus belajar dari Kenya nih. Sekali-kali kunjungan kerja di negeri Kenya, jangan cuma di negeri maju saja. Hehehe.

    Kalau bisa memanfaatkan teknologi ini pasti gak ada yang protes dengan harga tabung gas yang naik, karena semua orang masak pakai briket. Apalagi jumlah penduduk Indonesia yang banyak, jadi bahan baku briketnya melimpah dan bisa lebih melestarikan lingkungan pula.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang emak emak mau pakai briket ini mbak, ntar protes ngga? 😱

      Delete
  11. weeewww.. hahha briket tuh apa yah?? sejenis arang kah?? tapi sumpah keren banget Kenya... semoga Medan juga menyusul..

    ReplyDelete
  12. Gracias por la información. Buen fin de semana

    ReplyDelete
  13. ya allah hebat bener yaa dari tinja bisa langsung jadi briket. ramah lingkungan pula.. ini bener2 inovasi terbaru ya ka

    ReplyDelete
  14. really interesting post.

    have a nice day.

    ReplyDelete
  15. Menarik nih ulasan tentang briket. Meski dulu ada sejenis briket cuma kurang optimal pemasarannya padahal lumayan menarik juga kalau menurutku.😊


    Sebenarnya negara kita bisa kaya negara Kenya kalau serius mengelolanya. Jangan kalau udah krisis aja baru deh buat ini, buat itu, Haahaaa!!.. Suuueee.🤣🤣

    ReplyDelete
  16. Ntar yang tjinja nya di bakar apa gak jadi susah BAB ya Mas?

    Mitosnya kan gitu Mas 🤣🤣

    ReplyDelete
  17. wee yang pernah saya dengan air kencing sapi diolah jadi pembangkit listrik tapi ternyata ada yang lebih dahsyat lagi, wkwkw tapi salut terutama karena dampaknya yang sangat membantu

    ReplyDelete
  18. Saya sempet lihat berita ini di instagram dan sejujurnya merasa agak jijik gitu, tapi setelah baca ini ternyata itu nggak menjijikan ya malah kreatif dan berdampak positif untuk lingkungan.
    Padahal di indonesia sudah pernah bikin idenya tapi nggak berjalan lancar. Sedih mendengarnya....

    ReplyDelete
  19. Luar biasa ya upaya yg dilakukan di Kenya. Benar-benar saya salut tinja bisa diolah menjadi sumber bahan bakar.
    Moga ada upaya serupa di negara kita ya Mas.

    Salam dari saya di Sukabumi,

    ReplyDelete
  20. ini salah satu upaya untuk menanggulangi pencemaran tanah karena tinja, sebuah solusi yang bagus, semoga saja Indonesia bisa mengolahnya menjadi briket juga

    ReplyDelete
  21. Interesting! WOW. Eco friendly pula. WAH

    ReplyDelete